Calendars 2008

Not sure how to give something back to the society?
You don't have to be a millionaire to be charitable..
Sharing a small FORTUNE with great LOVE is more than enough.



We are selling 2008 desk calendars to raise funds for a pre-school Mary of Mt. Carmel (Pendidikan Anak-anak Usia Dini Maria Gunung Karmel) in an under-developed area in the eastern part of Indonesia (Flores, East Nusa Tenggara), a school that was established in 2006 for young children who live below the poverty line.

The image on the left shows the front page of the calendar, and the bottom images are photos of the inside pages of the calendar which contain the children's hand-drawings. The images are the digital format of the original A5-size drawings in coloured pencils.

The calendars are AUD $10 each. Additional donations will be very much appreciated. Please make your order by writing your request to: ribbon.of.love@gmail.com


Wishing you a wonderful Christmas and more success in the year to come.

Belajar dari Yayasan Himmata

Kata Himmata merupakan singkatan dari Pemerhati Masyarakat Marginal Kota. Yayasan Himmata berlokasi di pemukiman kumuh di daerah Plumpang, Jakarta, ditujukan untuk memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang layak bagi anak-anak jalanan di Jakarta.

Saya kebetulan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Yayasan ini, dalam rangka tanggung jawab sosial perusahaan tempat saya bekerja. Cukup mengagumkan, dalam waktu 7 tahun Yayasan ini telah mampu memiliki gedung sekolah dengan 400 orang murid dari TK samapi SMP. Melalui sumbangan yang diterimanya, yayasan ini mampu memberikan sekolah gratis kepada seluruh murid, dan memberikan gaji yang layak kepada guru SMP. Sedangkan guru TK dan SD sampai saat ini masih bekerja secara sukarela.

Mereka juga telah bergerak lebih jauh dari sekedar pendidikan, yaitu menyediakan lapangan kerja. Salah satu hal yang cukup mengagumkan adalah, mereka mempekerjakan penduduk sekitar untuk produksi sabun pembersih, dengna merk Marissa. Proses pembuatan sabun ini diajarkan oleh tenaga pengajar sukarela.

Selain sabun, Yayasan ini juga telah membantu mensukseskan sebuah band anak jalanan, dalam sebuah acara yang disponsori oleh sebuah perusahaan multinasional. Saya lupa nama band ini, tapi menurut Pak Haji Sis, sang ketua Yayasan, band ini sudah masuk dapur rekaman. Pada waktu kunjungan saya, sedang dilakukan latihan teater untuk sebuah pertunjukan.

"Saya dulu tahun 1998 ikut demo di gedung MPR/DPR, menuntut reformasi. Tapi ternyata tetap tidak ada hasilnya, malah anak jalanan makin banyak. Untuk itu saya dan teman-teman memutuskan untuk melakukan karya nyata untuk menyelamatkan anak-anak ini, dengan mendirikan Yayasan yang menyediakan pendidikan untuk anak-anak ini. Meskipun didirikan berdasarkan asas agama Islam, kami menampung seluruh anak-anak dari agama apapun", cerita Pak Haji Sis mengenai motivasi dan awal mula pendirian yayasan ini. "Pada awal didirikan, yayasan ini masih menumpang di sana sini. Sempat hampir diusir, karena uang kontrakan belum dibayar, beberapa kali pindah tempat, sampai akhirnya bisa sampai seperti saat ini, merupakan hasil kerja keras seluruh pendiri Yayasan, dan juga berkat Tuhan"

Saya mendapatkan banyak inspirasi dari hasil ngobrol dengan Pak Haji Sis. Beberapa pencerahan, ide, dan terutama semangat untuk mengembangkan kontribusi Ribbon of Love pada pendidikan anak-anak Indonesia. Di luar dugaan, Bpk Sis menyampaikan pesan yang mirip dengan Romo Paskal: Kalau untuk kebaikan, pasti selalu ada jalannya. Semoga di masa mendatang, PAUD Maria Gunung Karmel juga bisa meniru kesuksesan Yayasan Himmata, bukan hanya mendidik anak usia dini, tetapi juga untuk pendidikan selanjutnya.

Website Yayasan Himmata: http://www.himmata.org

Menyediakan Susu untuk Anak-anak

Ingin tahu bagaimana kami menyediakan susu yang dikonsumsi anak-anak PAUD Maria Gunung Karmel setiap hari? Sampai saat ini memang susu tersebut masih dibeli di Jakarta, karena perbedaan harga yang mencapai Rp. 10.000 per kotak, setelah memperhitungkan biaya kirim. Dengan konsumsi per bulan mencapai 30 kotak, artinya kita menghemat sebesar 300 ribu per bulan, atau 3.6 juta per tahun. Kerugiannya? Pengiriman susu membutuhkan waktu 2-3 minggu, sehingga pemantauan stok susu harus dilakukan lebih sering.

Nah, apabila hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok susu hanya cukup untuk 1 bulan, kamipun mulai melakukan proses pengiriman. Kami mendapatkan susu dari seorang teman yang bekerja di Frisan Flag. Melalui teman tersebut, kami bisa membeli susu yang dibutuhkan dengan harga distributor.

Biasanya susu tersebut diatar dalam waktu 2-3 hari kerja. Setelah susu tersebut datang, kamipun memberikan label pengiriman, pemeriksaan dan perekat tambahan, untuk memastikan bahwa kemasan susu terseut layak dikirim

Setelah selesai diberi label dan diperiksa, susu pun siap dikirim. Pengiriman dilakukan melalui PT Pos Indonesia. Pengiriman dilakukan melalui Kantor Pos Pusat di daerah Lapangan Banteng.
Sesampainya di kantor pos, susu-susu tersebut pun ditimbang, diberi label dari kantor pos. Berat setiap karton susu adalah 15.58kg.

Timbangan seperti disamping ini terhubung langsung dengan komputer. Petugas pos tinggal memasukkan alamat tujuan, dan biaya pengiriman pun langsung terhitung otomatis. Selain biaya pengiriman, komputer juga langsung menghitung pajak dan nilai asuransi sesuai nilai barang. Asuransi ini menjamin apabila barang yang dikirimkan hilang, kami bisa mendapatkan pergantian uang sesuai nilai barang.

Setelah membayar, susu pun siap dikiriman. Selanjutnya kami mengabari Romo Paskal bahwa susu telah dikirimkan. Biasanya, setelah menunggu 2 minggu, Romo Paskal mengabari bahwa susu sudah sampai di PAUD. Selanjutnya susu pun diolah oleh staff PAUD dan orang tua murid, sehingga siap dinikmati oleh anak-anak.

Pada pengiriman periode tertentu, kadang-kadang Frisan Flag juga memberikan hadiah untuk pembelian susunya. Seperti pada foto disamping, Frisan Flag memberikan buku latihan membaca untuk setiap kotak susu. Dengan total 105 kotak susu, artinya PAUD mendapatkan tambahan 105 buku untuk digunakan dalam proses belajar. Oleh Romo Paskal dan Bp. Petrus, buku ini dipisahkan, disimpan, dan diberikan kepada anak-anak sesuai dengan kebutuhan

Sejak pengiriman pertama kami bulan Februari 2007, jumlah susu yang dikirimkan telah meningkat, dari 26 kotak @900gr menjadi 105 kotak @900gr untuk kebutuhan selama 3 bulan, seiring dengan peningkatan frekuensi pemberian dari 1 kali seminggu menjadi setiap hari, dan peningkatan jumlah murid PAUD dari 25 orang menjadi 45 orang.

*Foto-foto diatas dapat dilihat di photo album Ribbon of Love di http://picasaweb.google.com/ribbon.of.love/CeritaKirimanSusu

*Artikel ini dapat di download dalam format .pdf di http://ribbon.of.love.googlepages.com/200710-ProsesPengirimanSusu.pdf

Satu Tahun PAUD Maria Gunung Karmel

Dengan dimulainya tahun ajaran 2007/2008 bulan Juli lalu, tak terasa PAUD Maria Gunung Karmel sudah berusia 1 tahun. Mari kita lihat kembali perkembangan sekolah kita tercinta ini.

Program Pembagian Susu
Program pemberian susu yang dimulai pada bulan Februari 2007, saat ini masih terus berjalan. Seiring dengan bertambahnya jumlah donatur dan kontribusi, pemberian susu telah ditingkatkan dari 3 kali seminggu untuk 35 anak tahun ajaran 2006/2007, sekarang menjadi setiap hari, untuk total 45 anak tahun ajaran 2007/2008

Gambar di kanan menunjukkan anak-anak sedang menikmati makan siang bersama dan segelas susu, diambil pada bulan Agustus 2007.

Hasil dari program pemberian susu ini? Pada bulan Agustus kemaren PAUD Maria Gunung
Karmel menjadi juara 3 pada lomba TK-A se-Maumere, bahkan mengalahkan salah satu TK bergengsi di Maumere. Tentunya kecukupan gizi memegang peranan penting dalam prestasi yang membanggakan ini.

Status Hukum PAUD Maria Gunung Karmel
Di tahun ajaran yang baru ini PAUD Maria Gunung Karmel juga telah memiliki pengakuan secara hukum dari pemerintah. Dengan pengakuan hukum ini, maka PAUD mendapatkan hak-hak dan kewajiban tambahan, seperti mendapatkan bantuan dana operasional sekolah, dan berkewajiban untuk memberikan laporan rutin kepada dinas pendidikan.

Peresmian sekolah PAUD sendiri masih menunggu kepastian waktu dari pejabat setempat.

Gambar disebelah kiri atas merupakan foto dari papan nama PAUD Maria Gunung Karmel, yang terpasang di depan gedung sekolah, dan foto di kiri bawah merupakan banner yang digunakan PAUD pada waktu karnival perayaan kemerdekaan RI tanggal 18 Agustus yang lalu.

PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH & ARENA BERMAIN
Hal selanjutnya yang tidak kalah penting adalah perkembangan gedung sekolah PAUD. Pada awal berdirinya, PAUD Maria Gunung Karmel menggunakan aula Biara Karmel Beato Dionysius untuk tempat belajar. Dua kelas TK A dan TK B menggunakan ruangan yang sama, masing-masing pada sisi yang berbeda dari ruangan.

Pembangunan gedung sekolah di bulan Februari 2007 dimulai dengan lahan sekitar Biara.. Secara bersamaan dilakukan juga pembuatan meja-kursi untuk gedung baru tersebut. Bagunan tersebut akhirnya rampung dan bisa digunakan pada bulan Mei 2007. Dengan adanya bangunan kelas tersebut, maka sekarang kelas TK A dan TK B bisa belajar di ruangan yang terpisah.

Bersamaan dengan pembangunan bagunan kelas, dilaksanakan juga pembangunan ayunan sebanyak 6 buah. Pada bulan Agustus 2007 diadakan penambahan seluncuran di sebelah ayunan yang ada. (Sebelah kiri ayunan, pada foto bulan Agustus 2007)

Pengembangan lainnya adalah pemasangan tiang bendera, yang telah digunakan untuk upacara Kemerdekaan RI ke 62 bulan Agustus kemaren.

Tantangan Kedepan
Pencapaian yang telah kita lakukan bersama pada tahun pertama tentu sangat membanggakan. Namun kita belum berpuas diri dalam kegiatan memajukan pendidikan anak-anak Indonesia.

Memasuki tahun keduanya, tantangan yang dihadapi juga akan bertambah. Tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga kesinambungan sekolah PAUD ini, sehingga tidak menjadi kesuksesan sementara.

Tenaga pengajar yang handal, sarana (gedung) dan prasarana (alat peraga) menjadi 3 masalah klasik dalam pendidikan di Indonesia. PAUD sendiri saat ini masih mengandalkan 2 orang tenaga pengajar yang bersifat sukarela. Kami sadar, kondisi ini tidak akan berlangsung untuk selamanya. Untuk ke depannya, tenaga pengajar professional amat sangat dibutuhkan.

Sementara untuk gedung, Biara Karmel Beato Dionysius telah menyumbangkan lahannya untuk digunakan sebagai sekolah. Untuk selanjutnya perlu diusahakan pengadaan kelas tersendiri bagi TK A, yang saat ini masih menggunakan aula biara, dengan meja-kursi seadanya. Tantangan bagi kita adalah bagaimana menjaga agar gedung yang telah dibangun tetap layak pakai sampai masa mendatang.

Hal terakhir yang menjadi tantangan adalah ketersediaan prasarana penunjang pendidikan. Selain program pengiriman susu, alat tulis dan buku, perlu dipikirkan rencana untuk mengembangkan program tersebut melalui penyediaan prasarana lainnya.

Penutup
Kami & PAUD Maria Gunung Karmel mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan teman-teman donatur, baik secara moral maupun material. Sumbangan teman-teman dalam bentuk apapun (material, ide, dll) tetap kami harapkan untuk memajukan PAUD di usianya yang kedua, dan pendidikan anak-anak di Indonesia pada umumnya.

*Untuk foto-foto sekolah PAUD Maria Gunung Karmel, silakan kunjungin foto album kami di http://picasaweb.google.com/ribbon.of.love



*Artikel ini dapat di download dalam bentuk PDF (850kb) di URL ini: http://ribbon.of.love.googlepages.com/200708-1TahunPAUDV2.2.pdf

About Us

VISION
Our vision is that all children in Indonesia can have equal opportunity to receive education and develop their fullest potential

MISSION
Ribbon of Love works towards the improvement of children’s development in marginal communities across Indonesia, especially in terms of child education and health, by taking the following actions:

  1. 1. Supporting early childhood development to create awareness of the importance of education to the children and their families at the early stage
  2. 2. Giving financial support for children who cannot afford schooling
  3. 3. Supporting education which will enable children to self-sustain their development in the future
  4. 4. Giving health care support for ill children who cannot afford public health care facilities
  5. 5. Raising parents’ awareness of the high impact of good nutrition and healthy environment for their children’s development
  6. 6. Informing the general public about current issues on the education and welfare of children in Indonesia


OUR FOUNDATION

  1. 1. Child-centered development: Our programs focus on children’s development.
  2. 2. Community development: Our programs utilise the local human resources which can help develop their own potential within the local community.
  3. 3. Sustainability: Our works and supports are intended to empower people to be able to self-sustain their own development in the future.
  4. 4. Accountability: We are committed to provide reports and progress update for our donors at a regular basis

OUR HISTORY
Ribbon of Love was established in March 2007. It started as an immediate response to the devastating shortage of food supply that occurred in the eastern region of Indonesia. We found shocking reports on child deaths in East Nusa Tenggara (NTT) province, due to malnutrition. The immediate cause was identified to be the prolonged dry season which caused crops failure and poverty.

Poverty has been an unsolved problem for many decades in NTT, as well as in many other areas in Indonesia. While the parents are struggling with the economy in such a situation, children’s welfare and education are getting forgotten. We believe that education, especially for the young generation, is of the utmost importance for eradicating poverty. These facts gave us a wake-up call to support the development of children in marginalised communities all across Indonesia.


WHO ARE THE PEOPLE BEHIND THE SCREEN?
Some of us live in Melbourne-Australia, and some live in Indonesia.We are currently working full-time at the entry-to-middle level in various industries, such as consulting, banking, information technology, retail, and logistics. We are committed to give ourselves in Ribbon of Love out of our love and compassion for the children in our home country, Indonesia.

Supplier Baru untuk Susu

It's all started from a phone call. Seperti biasa, di suatu sore yang cerah, kami telpon Romo Paskal, checking how things going over there. Everything goes well, jumlah murid seperti yang mendaftar, ada 45 orang. Then, Romo Paskal ngomong sesuatu: Susu tinggal 15 kotak.

Untuk kiriman dari Jakarta sampai ke Maumere perlu waktu 2-3 minggu, dan dengan jumlah murid sebanyak 45 orang, 15 kotak susu cuma akan ebrtahan selama 7 hari sekolah, sekitar 1 minggu lebih sedikit. We have a problem.

Setelah diskusi, kita punya beberapa alternatif. Pertama, kirim duit, minta tolong Romo Paskal atau pengurus sekolah untuk belikan susu, sampai kiriman dari Jakarta sampai. Pilihan ini akan sangat merepotkan.

Pilihan kedua, cari susu di Jakarta, lalu kirim ke Maumere dengan metode yang paling cepat. Masalahnya, biasanya untuk beli susu, packaging dll perlu waktu 1-2 hari, dan kita juga masih belum tahu kiriman tercepat dari mana yang bisa dipakai.

Setelah diskusi singkat, dan telpon kiri kanan, akhirnya diputuskan pilihan kedua. Kebetulan ada teman yang kerja di Frisan Flag, langsung telpon, minta dicariin susu 2 karton untuk dikirimkan secepatnya ke Maumere. Susu dapat, dan dapat sampai ke Maumere dalam waktu 2-3 hari kerja. Karena ngambil langsung dari distributor, kamipun dapat diskon, dan corporate rate untuk pengiriman susu kilat tersebut. Lumayan.....

Susu 2 karton, masing-masing isi 15 kotak, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan sekitar 3 minggu, sampai kiriman utama sebanyak 5 karton tiba. Diharapkan kiriman 2 karton tersebut dapat sampai hari Selasa tanggal 14 Agustus ini.

Lesson learned: Rajin-rajin cek stok susu

Buku Untuk Sekolah

Tahun ajaran baru telah dimulai pada pertengahan Juli 2007 yang lalu. Berkat kemurahan hati para donatur, sekarang PAUD telah memiliki fasilitas yang lebih lengkap dari tahun sebelumnya. Diantaranya sekarang telah terdapat gedung kelas baru yang dapat menampung 20 siswa-siswi dan juga program yang sangat didukung oleh orang tua murid yaitu pembagian susu tiap-hari yang terus berjalan. PAUD pun telah berkembang, dengan jumlah total siswa sebanyak 45 anak-anak, yang terdiri dari 24 anak-anak di TK A dan 21 anak-anak di TK B. Akan tetapi, di tahun ajaran yang baru ini masih belum tersedia buku aktifitas yang memadai untuk anak-anak

Mengawali awal tahun ajaran yang baru ini, selain program pembagian susu di sekolah yang sudah berjalan setiap hari selama 3 bulan terakhir, Ribbon of Love mengambil inisiatif untuk mengirimkan buku-buku aktifitas yang dapat menunjang kegiatan belajar anak-anak PAUD. Berkat bantuan seorang teman, kami bisa mendapatkan diskon 10% untuk pembelian buku-buku tersebut.

Jenis buku yang pertama merupakan buku kegiatan membaca, menulis dan mewarnai. Terdapat dua seri buku, masing-masing untuk TK A dan TK B. Sebagai pelengkap, kami mengirimkan juga 4 set pinsil warna.

Jenis buku yang kedua adalah buku tentang dasar-dasar matematika. Buku ini hanya memiliki satu seri, yang dapat digunakan untuk TK A maupun TK B. Ada beberapa alternatif buku lainnya, akan tetapi buku ini kami lihat paling lengkap. Untuk itu kami harapkan anak TK B saat ini dapat menyelesaikan buku ini dalam waktu satu tahun.

Setiap anak akan mendapatkan kedua jenis buku ini sesuai kelasnya. Kelas TK A akan mendapatkan buku membaca seri satu dan dasar-dasar matematika, sedangkan kelas TK B akan mendapatkan buku membaca seri dua dan buku matematika

Selain kedua buku tersebut, kami juga mengirimkan buku puzzle untuk kegiatan ketrampilan. Setiap buku puzzle berisi 12 buah puzzle. Setelah dilengkapi oleh anak-anak, kami berharap bisa mengirimkan puzzle tersebut kepada para donatur sekalian, sebagai ucapan terima kasih.


Buku suplement yang kami kirimkan selanjutnya adalah buku test IQ. Secara berkala kami meminta guru-guru di PAUD untuk memberikan test IQ kepada anak-anak, selain sebagai tambahan aktivitas untuk mereka.

Atas nama pengasuh, anak-anak dan orang tua dari PAUD Maria Gunung Karmel, kami mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati teman-teman donatur sekalian. Sedikit sumbangan dari teman-teman telah membantu menjamin pendidikan anak-anak ini di masa mendatang.

*Foto-foto dan penjelasan tambahan mengenai kiriman buku ini dapat dilihat pada album foto Ribbon of Love di http://picasaweb.google.com/ribbon.of.love
*Post ini juga dapat di-download dalam format PDF disini

What We Do

Since early 2007, Ribbon of Love has been organising regular donations from donors like you. These funds are channeled directly to children who come from poor families in Flores – one of the poorest islands in the eastern region of Indonesia, to make education accessible to them. This is achieved through the following two programs.

EARLY CHILDHOOD DEVELOPMENT PROGRAM
This program supports a school which provides low-cost early childhood education. The school is run by education-concerned volunteers from around the area.
  • Due to the extreme poverty in this region of Indonesia, malnutrition is a threat for many children. To help alleviate the problem, we established “A glass of milk a day” program which provides each child in the school with a glass of milk every day. We also provide books and school uniforms to allow the students to receive decent education in decent clothing.
  • AUD $ 7 or Rp 50,000 = 1 month supply of milk for a child (1 glass/day)
  • AUD $10 or Rp 100,000 = 1 month supply of milk, books, and stationery for a child
  • AUD $15 or Rp 150,000 = 1 month supply of milk, books, stationery, and uniforms for a child

SCHOLARSHIPS PROGRAM
This program gives scholarships for high-achieving students who are in their secondary and tertiary level of education.
  • We are sponsoring 13 secondary students and 1 tertiary student, who are in need of financial help to pursue their dreams to be doctors, nurses, teachers, community leaders, and much more.
  • AUD $180 or Rp 1,200,000 = 1 year of schooling at the secondary level

Some Easy Ways to Help

Do you know that you, too, can help to provide a better education for the less fortunate children of Indonesia?
Here are some easy ways you could do...


§ Spread the words about Ribbon Of Love to your friends, family, or a new person whom you just met and had a chat with (you’ll never know if that person may actually be interested!)

§ Volunteer your expertise – Give us a tap on the shoulder if you’d like to help, we welcome any kind of help any time

§ Volunteer your cash – You could give small-but-valuable money donation, as little as AUD $ 7/month or Rp 50,000/month
. We have accounts in Australia as well as in Indonesia. Please email us for further details.

By the way, did you know that……

  • AUD $ 7/month or Rp 50,000/month could provide a child with 1 month supply of milk

  • AUD $ 10/month or Rp 70,000/month could provide a child with 1 month supply of milk, books, and stationery

  • AUD $ 15/month or Rp 100,000/month could provide a child with 1 month supply of milk, books, stationery, and school uniforms

  • AUD $ 180/year or Rp 1,200,000/year could provide a child with 1 year of his/her schooling that pays for tuition fee, books, and uniforms
§ Tell us some good news New contacts, new local resources, or new information about people in need, comments and critics, are always good news for us

Who We Are

WHO ARE THE PEOPLE BEHIND THE SCRENE?
Some of us live in Melbourne-Australia, and some live in Indonesia.
We are currently working full-time at the entry-to-middle level in various industries, such as consulting, banking, information technology, retail, and logistics. We are committed to give ourselves in Ribbon of Love out of our love and compassion for the children in our home country, Indonesia.
Our team in Australia (Melbourne):

Our team in Indonesia:

Please contact us for more info, or email to ribbon.of.love@gmail.com