Belajar dari Yayasan Himmata

Kata Himmata merupakan singkatan dari Pemerhati Masyarakat Marginal Kota. Yayasan Himmata berlokasi di pemukiman kumuh di daerah Plumpang, Jakarta, ditujukan untuk memberikan tempat tinggal dan pendidikan yang layak bagi anak-anak jalanan di Jakarta.

Saya kebetulan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Yayasan ini, dalam rangka tanggung jawab sosial perusahaan tempat saya bekerja. Cukup mengagumkan, dalam waktu 7 tahun Yayasan ini telah mampu memiliki gedung sekolah dengan 400 orang murid dari TK samapi SMP. Melalui sumbangan yang diterimanya, yayasan ini mampu memberikan sekolah gratis kepada seluruh murid, dan memberikan gaji yang layak kepada guru SMP. Sedangkan guru TK dan SD sampai saat ini masih bekerja secara sukarela.

Mereka juga telah bergerak lebih jauh dari sekedar pendidikan, yaitu menyediakan lapangan kerja. Salah satu hal yang cukup mengagumkan adalah, mereka mempekerjakan penduduk sekitar untuk produksi sabun pembersih, dengna merk Marissa. Proses pembuatan sabun ini diajarkan oleh tenaga pengajar sukarela.

Selain sabun, Yayasan ini juga telah membantu mensukseskan sebuah band anak jalanan, dalam sebuah acara yang disponsori oleh sebuah perusahaan multinasional. Saya lupa nama band ini, tapi menurut Pak Haji Sis, sang ketua Yayasan, band ini sudah masuk dapur rekaman. Pada waktu kunjungan saya, sedang dilakukan latihan teater untuk sebuah pertunjukan.

"Saya dulu tahun 1998 ikut demo di gedung MPR/DPR, menuntut reformasi. Tapi ternyata tetap tidak ada hasilnya, malah anak jalanan makin banyak. Untuk itu saya dan teman-teman memutuskan untuk melakukan karya nyata untuk menyelamatkan anak-anak ini, dengan mendirikan Yayasan yang menyediakan pendidikan untuk anak-anak ini. Meskipun didirikan berdasarkan asas agama Islam, kami menampung seluruh anak-anak dari agama apapun", cerita Pak Haji Sis mengenai motivasi dan awal mula pendirian yayasan ini. "Pada awal didirikan, yayasan ini masih menumpang di sana sini. Sempat hampir diusir, karena uang kontrakan belum dibayar, beberapa kali pindah tempat, sampai akhirnya bisa sampai seperti saat ini, merupakan hasil kerja keras seluruh pendiri Yayasan, dan juga berkat Tuhan"

Saya mendapatkan banyak inspirasi dari hasil ngobrol dengan Pak Haji Sis. Beberapa pencerahan, ide, dan terutama semangat untuk mengembangkan kontribusi Ribbon of Love pada pendidikan anak-anak Indonesia. Di luar dugaan, Bpk Sis menyampaikan pesan yang mirip dengan Romo Paskal: Kalau untuk kebaikan, pasti selalu ada jalannya. Semoga di masa mendatang, PAUD Maria Gunung Karmel juga bisa meniru kesuksesan Yayasan Himmata, bukan hanya mendidik anak usia dini, tetapi juga untuk pendidikan selanjutnya.

Website Yayasan Himmata: http://www.himmata.org

No comments: