Perjalanan ke Flores (2 - 7 Feb 2008), by Albert

Sabtu, 2 Februari 2008. Aureine (anggota team Ribbon of Love di Melbourne) datang dari Denpasar. Aureine sangat beruntung karena dia tidak terjebak banjir di Jakarta yang menyebabkan beberapa flight dari Jakarta delayed bahkan dibatalkan. Ada sebuah anomali di kota Flores. Setiap hari, antara jam 1 dan jam 3 siang, kota ini akan menjadi sangat sepi. Mayoritas penduduknya (termasuk hewan-hewan peliharaan) TIDUR SIANG!!!

Minggu, 3 Februari 2008. Kuduskanlah hari Tuhan. Tentunya kami pergi ke gereja, dilanjutkan dengan perjalanan seru untuk memuaskan hobby kami menikmati kekayaan wisata laut Flores, yang sayangnya tidak dapat kami jelaskan dengan lebih detail disini :)

Senin, 4 Februari 2008. kembali mengunjungi sekolah. Teman kami Aureine kali ini yang ingin mencoba ‘kegembiraan’ bermain dengan anak-anak di PAUD. Hari ini murid yang datang lebih banyak… kelas pun menjadi lebih sesak. Masih dengan kegiatan yang sama; berbaris, bernyanyi, berdoa, belajar di kelas, istirahat dan minum susu. Ada yang sedikit berbeda, yaitu seorang guru wanita juga hadir hari ini. Beliau adalah guru di PAUD ini. Bersuara keras dan lantang, serta pandai menyanyi, menjadikan suasana lebih meriah.

Kegiatan hari ini dilanjutkan dengan ‘nggerecokin’ Bruder Ferry, beliau adalah Bruder kepala rumah tangga di Biara Beato Dionisius tempat kami tinggal. Beliau dahulu mengenyam pendidikan perhotelan dan pernah bekerja sebagai juru masak di hotel. Yang pasti masakan beliau dijamin UUEEEEEENNNNAAAAKKKK !!! Beliau mendapatkan pesanan roll tart untuk Imlek hari kamis nanti. Tentu saja kami dengan semangatnya meminta ‘jatah’ untuk dibuatkan sebuah roll tart. Hehehehe… dan kami tidak menyesal telah melakukan itu, karena roll tartnya sangat enak sekali !!!

Selasa, 5 Februari 2008. hari ini pun kami kembali menikmati keindahan Flores dengan mengunjungi Danau Kelimutu. Kami harus berangkat subuh agar dapat melihat keindahan Danau Kelimutu sebelum tertutup kabut. Perjalanan berliku-liku menaiki dan menuruni puluhan bukit selama 4 jam membawa kami ke tempat yang pemandangannya membuat kami berdecak kagum. Setelah puas berfoto-foto dan memandangi keindahan alam di Kelimutu, kami kembali ke Maumere.


Sorenya, kami dibawa 'pesiar' (istilah mereka untuk kata 'jalan-jalan') ke Nilo, dimana terdapat sebuah patung Bunda Maria berukuran raksasa yang terdapat di atas bukit di kota Maumere (didirikan oleh Ordo Passionist). Lagi-lagi kami dibuat kagum oleh keindahan pemandangan yang bisa terlihat dari puncak bukit ini.



Rabu, 6 Februari 2008. misa pagi dilanjutkan dengan berkeliling Maumere mencari oleh-oleh untuk kami bawa pulang. Malamnya kami ‘dijamu’ Pak Petu Ama untuk makan malam di rumahnya yang sangat sederhana. Cuaca hujan dan jalanan berlumpur tidak menyurutkan niat kami untuk makan di rumah beliau. Sebuah gubug kecil sederhana terbuat dari kayu dan bambu dengan satu kamar tidur menjadi tempat tinggal beliau. Sungguh lezat ketika kami makan makanan yang dihidangkan, tak lupa dilengkapi dengan minuman moke.

Kamis, 7 Februari 2008. dengan berat hati kami meninggalkan Flores, anak-anak PAUD, dan penduduk setempat yang sederhana namun sangat bersahabat. Tapi liburan kami belum selesai… bahkan ‘perjalanan’ kami baru saja dimulai…

banyak cerita, kisah, dan kesan selama kami disana. Banyak hal yang membuat kami ingin pergi kesana lagi, tentunya bersama dengan kalian semua para donatur J kami tunggu ya…!!!

No comments: