Perjuangan Iki mengecap pendidikan

Iki adalah seorang pemuda dengan otak cemerlang, juga sehat bagi secara fisik maupun psikologis. Ia kini berusia 17 tahun, duduk di kelas 1 SMU di SMA Negeri Maumere, Flores - NTT. Ayah Iki sudah meninggal dunia, sehingga ia lah yang akan menjadi tulang punggung keluarga. Satu-satunya kakak Iki bekerja membantu ibu menenun kain ikat khas Flores selepas lulus SMP. Ibu dan kakak perempuan Iki tinggal di desa yang dapat ditempuh sekitar 40 menit dari kota Maumere dengan mengendarai mobil.

Iki tinggal di Wairklau bersama tante (kakak perempuan ibunya) yang bermata pencaharian berladang, dengan seorang adik sepupu yang bersekolah di tingkat dasar (SD). Sepulang sekolah, Iki selalu menyempatkan diri bekerja membantu tantenya mengolah ladang yang ditanami jagung dan kelapa sawit. Teriknya sinar matahari tidak pernah membuatnya malas ataupun menyerah.

Di samping berbagai tanggung jawabnya di rumah, Iki memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk belajar. Kerajinannya ini menjadikan Iki seorang murid yang berprestasi di sekolah. Iki bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, atau seorang biarawan. (Atau seorang biarawan yang juga seorang dokter ? - red) Keduanya merupakan pekerjaan mulia yang juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Ketekunan Iki dan semangatnya yang tinggi menjadikan ia layak kita juluki "seorang pejuang tangguh". Untuk mencapai cita-citanya itu, Iki membutuhkan bantuan kita karena penghasilan ibunya tidak mampu memenuhi biaya sekolah seharga Rp 1,2 juta per tahun.


Bersediakah kita mengulurkan tangan untuk membantu anak-anak seperti Iki meraih cita-cita mereka ?

Untuk info selengkapnya, hubungi ribbon.of.love@gmail.com

No comments: